Jember, Semangat kemanusiaan terasa kuat di lingkungan SMK 4 Pancasila pada Kamis (15/1/2026). Atas inisiatif Palang Merah Remaja (PMR), sekolah tersebut sukses menggelar kegiatan Donor Darah Rutin yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di area sekolah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah, tetapi juga wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan misi kemanusiaan. Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan dan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Dari target awal 30 kantong darah, panitia mampu menghimpun sebanyak 35 kantong darah dari para pendonor yang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan. Menariknya, pendonor tidak hanya berasal dari internal sekolah, tetapi justru didominasi oleh masyarakat umum. Warga dari Ambulu, Kraton Wonoasri, Kesilir, hingga Pontang tampak antusias mendatangi SMK 4 Pancasila untuk mendonorkan darah melalui PMI Kabupaten Jember.
Kepala SMK 4 Pancasila, Johan Budi Respati, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa aksi donor darah ini memiliki tujuan ganda. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Kami ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial sejak dini, khususnya kepada anggota PMR. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter siswa agar memiliki semangat berbagi dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PMR SMK 4 Pancasila, Randy Dwi Candra Winduananda, S.T., menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendorong penerapan gaya hidup sehat bagi guru, staf Yayasan Pendidikan Panca Prasetya, serta masyarakat sekitar.
“Selain manfaat kesehatan, donor darah ini menjadi sarana silaturahmi yang efektif antara pihak Yayasan Pendidikan Panca Prasetya dengan masyarakat. Antusiasme warga dari berbagai desa menunjukkan bahwa SMK 4 Pancasila telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Jember Selatan,” tuturnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan donor darah rutin ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darah, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat edukasi dan kemanusiaan.














Komentar