jember, Kabupaten Jember kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pelestarian lingkungan hidup. Pada Penghargaan Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Kepala Desa Umbulsari dan Lurah Sumbersari berhasil meraih apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin (29/12/2025) dan menjadi bukti komitmen Jember dalam menjaga lingkungan berbasis peran aktif masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember, Suprihandoko, menilai capaian tersebut sebagai hasil nyata dari sinergi antara pemerintah desa, kelurahan, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi yang terbangun secara berkelanjutan dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan hidup di Jember dilakukan secara serius dan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas masyarakat,” ujar Suprihandoko.
Prestasi tersebut melengkapi sederet capaian lingkungan hidup yang diraih Kabupaten Jember sepanjang akhir 2025. Sebelumnya, pada Rabu (24/12/2025), Jember juga meraih berbagai penghargaan dalam ajang Jatim Environment Community Award 2025 yang digelar di Graha Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Jember memperoleh penghargaan di berbagai kategori, termasuk pendidikan lingkungan. Sebanyak 14 sekolah dari Jember menerima predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2025, mulai dari jenjang SD hingga SMP dan madrasah. Penghargaan ini menjadi indikator keberhasilan dunia pendidikan di Jember dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.
Selain sektor pendidikan, apresiasi juga diberikan kepada individu dan lembaga yang berkontribusi aktif dalam pelestarian lingkungan. Penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) 2025 diraih oleh Yuliati, yang dinilai konsisten mengabdikan diri dalam menjaga lingkungan di tingkat masyarakat.
Kontribusi lembaga keagamaan turut mendapat pengakuan melalui kategori Eco Pesantren. Tiga pesantren di Jember, yakni Pondok Pesantren Nurul Islam, Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, dan Pondok Pesantren Addimyati Jenggawah, dinilai berhasil mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam kegiatan pendidikan dan kehidupan santri sehari-hari.
Dari tingkat komunitas, RW 40 Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, juga menerima Sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama sebagai apresiasi atas keberhasilan masyarakat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Suprihandoko menegaskan, seluruh capaian tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Jember terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. “Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas kerja bersama. Lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat ruang untuk pengembangan. Hingga saat ini, baru satu wilayah di Jember yang meraih penghargaan ProKlim dan baru tiga pesantren yang mendapatkan predikat Eco Pesantren, sementara jumlah desa dan pesantren di Jember tergolong besar.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kampung, pesantren, dan sekolah di Jember yang terlibat aktif menjaga lingkungan. Ini harus menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, Kabupaten Jember dinilai berhasil menempatkan isu lingkungan hidup sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
















Komentar