Bupati Jember Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) di Kantor Camat Bangsalsari, Senin (26/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Jember itu mengejutkan warga yang tengah mengantre layanan administrasi kependudukan (adminduk).
Dalam sidak tersebut, Gus Fawait didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bambang Saputro, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Regar Jean Dealen Nangka, Kepala Dinas Kesehatan Zamroni, Kepala Dinas Cipta Karya Jupriono, serta Camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono. Turut hadir pula seluruh kepala desa se-Kecamatan Bangsalsari.
Setibanya di Kantor Camat Bangsalsari, Gus Fawait langsung meninjau jalannya pelayanan adminduk. Ia berdialog dengan Camat Bangsalsari untuk meminta penjelasan terkait prosedur pelayanan, khususnya mekanisme Program Peta Cinta. Bupati termuda Jember itu kemudian masuk ke ruang pelayanan untuk melihat langsung alur kerja, mulai dari meja registrasi, input data, revisi data, hingga proses perekaman KTP elektronik.
Usai meninjau ruang pelayanan, Gus Fawait menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga, baik yang masih mengantre maupun yang telah mendapatkan layanan. Dari dialog tersebut, ia mengetahui bahwa sebagian warga sudah datang sejak subuh, bahkan sebelum subuh, demi mendapatkan pelayanan adminduk.
Dengan gaya khasnya, Gus Fawait mendengarkan keluhan warga dan menyampaikan komitmennya untuk melakukan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin tertib dan nyaman.
Saat ditemui awak media, Gus Fawait menyampaikan bahwa Program Peta Cinta merupakan program unggulan yang tidak dimiliki daerah lain di Pulau Jawa. Menurutnya, Kabupaten Jember menjadi satu-satunya daerah yang mampu menghadirkan layanan pencetakan KTP-el secara masif hingga ke tingkat kecamatan, khususnya di luar wilayah perkotaan.
“Saya minta Pak Kadispendukcapil untuk survei ke kabupaten dan kota lain. Justru Kabupaten Jember satu-satunya yang menjadi highlight pencetakan KTP-el di level kecamatan, terutama di luar kecamatan kota,” ungkap Gus Fawait.
Ia menilai tingginya antusiasme warga disebabkan oleh lamanya masyarakat tidak mendapatkan layanan pencetakan KTP-el, baik untuk perubahan dari model lama maupun untuk revisi data.
“Filosofinya adalah keadilan. Warga Jember sama-sama membayar pajak, tidak hanya yang tinggal di kota, tetapi juga di desa. Karena itu, seluruh warga Jember memiliki hak pelayanan yang sama,” tegasnya.
Selain layanan KTP-el, Gus Fawait menyebut Program Peta Cinta juga mencakup pelayanan adminduk lainnya, seperti pembuatan akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen kependudukan lain.
Menanggapi antrean panjang warga yang datang sejak subuh, Gus Fawait memberikan arahan kepada Camat Bangsalsari untuk melakukan penataan jadwal pelayanan.
“Kita akan coba penjadwalan per desa. Ini uji coba untuk mengurangi antrean panjang,” jelasnya.
Gus Fawait menegaskan tiga prinsip utama dalam pelayanan adminduk, yakni proses tidak boleh rumit, tidak dipungut biaya alias gratis, serta setiap warga memiliki hak pelayanan yang sama.
Sementara itu, Camat Bangsalsari Bambang Erwin Setyono mengaku bangga wilayahnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Jember. Menindaklanjuti arahan tersebut, pihaknya akan segera melakukan penjadwalan ulang pelayanan adminduk bagi warga.
“Saya rencanakan satu hari melayani dua desa,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, sistem undangan sering kali tidak efektif karena warga yang diundang tidak datang, sementara warga lain yang tidak terjadwal justru ingin segera dilayani. Oleh karena itu, penjadwalan per desa dinilai lebih efektif.
Bambang optimistis seluruh kuota blanko KTP-el untuk Kecamatan Bangsalsari dapat tercetak secara maksimal.
Sebagai informasi, Kecamatan Bangsalsari terdiri dari 11 desa. Dalam Program Peta Cinta, kecamatan ini mendapatkan kuota 1.000 blanko KTP-el. Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 700 KTP-el telah berhasil dicetak dan diserahkan kepada warga.
















Komentar