Wuluhan, MEDIAJEMBER – Warga Dusun Krajan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, mengeluhkan bau menyengat dan debu dari pabrik penggilingan padi dan peternakan ayam, Rabu (8/4/2026). Aktivitas usaha itu diduga mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keluhan muncul karena lokasi pabrik dan kandang ayam berada dekat permukiman warga. Bau kotoran ayam dan debu padi sering terbawa angin hingga ke rumah-rumah warga.

Seorang warga perempuan yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terganggu. Ia menyebut bau kotoran ayam sangat menyengat, baik saat musim hujan maupun kemarau.

“Pabrik padi dan kandang ayam itu jadi satu. Baunya sangat mengganggu warga,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan debu padi yang beterbangan saat angin kencang. Debu itu kerap masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.

“Debunya mengenai mata, terasa perih dan gatal. Debu juga menempel di jemuran pakaian,” katanya.

Selain itu, warga juga mengeluhkan banyaknya lalat yang muncul akibat aktivitas peternakan. Kondisi ini dinilai mengganggu kesehatan lingkungan, terutama bagi anak-anak.

Ia berharap pihak pengelola usaha memperhatikan dampak yang ditimbulkan. Warga juga khawatir dampak jangka panjang terhadap kesehatan.

“Saya khawatir dampaknya berkepanjangan, terutama terhadap lansia dan anak-anak,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain berinisial S. Meski rumahnya cukup jauh, ia tetap merasakan dampak bau dan debu tersebut.

Menurutnya, bau kotoran ayam dan debu padi tidak hanya mengganggu warga, tetapi juga berdampak pada lahan pertanian.

“Saya mohon Pemerintah Desa Lojejer melihat kondisi warga yang terdampak,” ujarnya.

Baca Juga  Aksi Curas di Umbulsari, Karyawan SPPG Dibacok Saat Gagalkan Pencurian Motor

Ia meminta pemerintah segera turun tangan dan mencari solusi. Warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait.

“Saya mohon semua pihak mendengar keluhan warga,” katanya sambil menahan haru. (sam)