Balung, mediajember — Sejumlah wali murid mengeluhkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SD di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Mereka menilai makanan yang dibagikan kurang layak dikonsumsi anak sekolah.

Keluhan muncul setelah siswa membawa pulang paket makanan pada Jumat (27/2). Menu tersebut diperuntukkan untuk dua hari, Jumat dan Sabtu. Isi paket antara lain berupa roti kering, kacang koro, abon ayam, dan jeruk.
Salah satu wali murid, Sugiarto, mengaku khawatir setelah melihat kondisi makanan yang diterima anaknya. Ia menilai menu tersebut belum mencerminkan standar gizi yang baik bagi siswa.
“Sebagai orang tua, saya merasa khawatir terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” ujarnya.
Sugiarto menegaskan dirinya tidak mengetahui makanan tersebut berasal dari dapur SPPG mana. Ia hanya melihat anaknya yang membawa pulang paket makanan MBG dari sekolah.
Menurutnya, Program MBG seharusnya membantu pemenuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan belajar. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai masih perlu evaluasi serius.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan agar kualitas makanan sesuai tujuan program.
“Kami berharap ada evaluasi secepatnya agar program ini benar-benar bermanfaat bagi kesehatan anak,” katanya.
Sugiarto menilai tujuan program sudah baik. “Namun, kualitas makanan harus menjadi prioritas utama agar manfaatnya dapat dirasakan maksimal oleh siswa.” Pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun penyelenggara program MBG masih dalam upaya penelusuran terkait asal dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan paket makanan tersebut.
Mediajember akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan. (sam)



