MALANG, MEDIAJEMBER — Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, membuka Konferensi Daerah PROJO Jawa Timur di Hotel 101 Malang, Sabtu. Ia menegaskan pentingnya transformasi organisasi menghadapi ketidakpastian global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Konferda ini menjadi yang pertama digelar secara nasional tahun ini. Perwakilan dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur hadir bersama unsur Pemerintah Provinsi.

Budi Arie menyebut Konferda merupakan amanat Kongres PROJO. Kegiatan ini bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.

Ia menegaskan PROJO harus berkembang lebih dinamis. Organisasi tidak boleh berhenti sebagai ormas biasa.

“PROJO harus menjadi Gerakan Rakyat yang aktif dan responsif,” tegasnya di hadapan kader.

Menurutnya, PROJO lahir dari semangat rakyat. Karena itu, seluruh kader wajib menjaga nilai perjuangan tersebut.

Ia mengingatkan prinsip “Setia di Garis Rakyat” bukan sekadar slogan. Prinsip itu harus menjadi pedoman dalam setiap langkah organisasi.

Budi Arie juga menyoroti kondisi global yang tidak menentu. Ia meminta kader tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

“Kader harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya. Ia menekankan peran PROJO sebagai penjaga stabilitas nasional.

Konferda Jatim juga dihadiri jajaran pimpinan pusat. Mereka antara lain Sekjen Freddy Alex Damanik dan Waketum Cahaya D.R. Sinaga.

Hadir pula Ketua Bidang OKK Fredy Eko Prasetyo T. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya Jawa Timur dalam peta organisasi.

Konferda ini diharapkan memperkuat struktur PROJO di daerah. Jawa Timur menjadi titik awal konsolidasi nasional tahun ini.

Selanjutnya, konferda serupa akan digelar di provinsi lain. Langkah ini untuk memperkuat barisan PROJO di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Desa Wringinagung Gelar Seleksi Pemilihan Perangkat Desa

Dengan konsolidasi ini, PROJO menargetkan organisasi semakin solid. Kader diharapkan mampu menjawab tantangan zaman secara kolektif.(*)