Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026), di level 8.212,27 setelah terkoreksi 53,08 poin atau turun 0,64 persen dibanding penutupan sebelumnya di 8.265,35.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 8.240,01 dan sempat menguat hingga menyentuh 8.251,99. Namun, tekanan jual yang meningkat sepanjang perdagangan mendorong indeks turun hingga titik terendah 8.170,59 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp21,77 triliun dengan volume 4,67 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2.856.774 kali.

Dari sisi struktur transaksi, tekanan jual terlihat lebih dominan dengan nilai transaksi jual sebesar Rp7,9 triliun, lebih tinggi dibanding transaksi beli yang mencapai Rp5,7 triliun. Kondisi ini mengindikasikan proses distribusi masih berlangsung di tengah fase konsolidasi indeks.

Prospek Teknis: Peluang Naik Masih Terbuka, Risiko Koreksi Tetap Ada

Secara teknikal, area koreksi minimal yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai. Dalam skenario optimistis, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan sebagai bagian dari wave (c) dari wave [x], dengan potensi menuju rentang 8.377 hingga 8.440.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi lanjutan koreksi ke area 8.098 hingga 8.155 apabila tekanan jual berlanjut.

Level 8.354 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut, dengan resistance berikutnya berada di 8.517. Sementara itu, support kuat terpantau di level 7.863 dan 7.712.

Untuk perdagangan Senin (16/2/2026), pergerakan IHSG diperkirakan akan sangat ditentukan oleh respons indeks terhadap rentang konsolidasi jangka pendek 8.098–8.354.

Baca Juga  10 Rekomendasi Wisata Bogor dengan Harga Tiketnya

Rekomendasi Saham Pilihan

Sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan Rabu (18/2/2026), berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas.

1. PT Indika Energy Tbk (INDY)

Saham INDY sebelumnya terkoreksi 0,84 persen ke level 3.560 dengan volume yang cenderung menurun. Secara teknikal, pergerakannya diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 5.

Area 3.190–3.420 menjadi rentang buy on weakness dengan target harga 3.840 hingga 4.070. Sementara itu, stoploss disarankan di bawah 3.150.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT menguat 0,45 persen ke level 2.230 pada sesi terakhir. Meski masih tertahan oleh MA60 dan tekanan jual belum sepenuhnya mereda, struktur gelombang menunjukkan posisi awal wave [iii] dari wave C.

Area 2.120–2.180 menjadi zona buy on weakness dengan target 2.310 hingga 2.400 dan stoploss di bawah 2.090.

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

MAPI mencatat kenaikan 2,32 persen ke level 1.325 disertai peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada pada bagian wave [iii] dari wave A dari wave (B).

Rentang 1.265–1.305 menjadi area buy on weakness dengan target 1.385 dan 1.440, serta batas pengamanan di bawah 1.255.

4. PT United Tractors Tbk (UNTR)

UNTR menguat 2,26 persen ke level 29.400 pada akhir pekan dengan dukungan volume pembelian. Meski demikian, secara teknikal saham ini diperkirakan berada pada bagian wave [ii] dari wave 5.

Potensi koreksi lanjutan ke area 26.375–28.325 masih terbuka. Rentang 29.575–29.800 menjadi area sell on strength berdasarkan pemetaan teknikal tersebut.

Dengan struktur IHSG yang masih berada dalam fase konsolidasi serta dominasi tekanan jual pada penutupan terakhir, perdagangan awal pekan akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Baca Juga  Bangga Jadi Cleaning Service Rest Area Tol Pasuruan, Yuni Persembahkan Hidupnya untuk Keluarga

Apakah indeks mampu melanjutkan pembentukan wave kenaikan atau kembali menguji support terdekat, sangat bergantung pada respons pasar terhadap level-level krusial tersebut.

Pergerakan saham-saham rekomendasi juga akan mengikuti dinamika indeks sesuai dengan level teknikal masing-masing.