Jember, Dalam upaya menjaring bibit-bibit pembalap motor berbakat yang berpotensi menembus level nasional, Assuniyyah MX Academy (AMA) yang dimeriahkan oleh Sengkuyung Trail Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Desa Lojejer menggelar Grand Final Mini Trail Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Minggu (8/2/2026).

Ajang bergengsi tersebut diikuti puluhan pembalap muda dari berbagai daerah di Kabupaten Jember, sejumlah kota besar lainnya, bahkan peserta dari Bali turut ambil bagian. Grand Final Mini Trail Indonesia tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan dan keberanian para pembalap cilik, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga otomotif.
Koordinator AMA Assuniyyah MX Academy, Gus Rosit, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak muda agar memiliki ruang positif dalam menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan prestasi. Ia berharap ajang ini mampu melahirkan pembalap-pembalap andal yang kelak dapat membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang pembinaan yang sehat dan terarah bagi anak-anak yang memiliki bakat di dunia balap motor,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lojejer menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap berbagai kegiatan kepemudaan yang bersifat positif. Menurutnya, event motor cross seperti ini tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet muda, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain aspek olahraga dan ekonomi, kegiatan ini juga dinilai efektif dalam memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Jember kepada peserta dan pengunjung dari luar daerah, seperti Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma yang berada tidak jauh dari lokasi kegiatan.
Grand Final Mini Trail Indonesia berlangsung meriah dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban selama perlombaan. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan Desa Lojejer dalam upaya mencetak atlet otomotif berprestasi.



