Jember, mediajember — Keluarga besar SMA Katolik Santo Paulus Jember menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi donor darah. Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah, Sabtu pagi (7/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember memfasilitasi kegiatan tersebut. Guru dan siswa antusias mengikuti proses donor darah.

Panitia mencatat sebanyak 24 kantong darah berhasil terkumpul. Darah tersebut akan menambah stok di PMI Jember selama bulan Ramadan.

OSIS bersama PMR Wira SMAK Santo Paulus menginisiasi kegiatan kemanusiaan ini. Mereka menggandeng PMI Jember agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib.

Ketua OSIS SMAK Santo Paulus, Winnie, mengatakan donor darah menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah. Tahun ini sekolah tersebut memasuki usia 75 tahun.

Ia menjelaskan puncak peringatan Dies Natalis akan berlangsung pada Agustus 2026. Panitia menyiapkan berbagai kegiatan sosial dan edukatif.

“Donor darah ini menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis ke-75. Puncaknya nanti berlangsung pada Agustus 2026,” kata Winnie.

Menurutnya, kegiatan sosial ini juga melatih kepedulian siswa terhadap masyarakat. Ia berharap aksi tersebut memberi manfaat bagi banyak orang.

Partisipasi dalam kegiatan tidak hanya datang dari siswa. Beberapa guru juga ikut menjadi pendonor darah.

Salah satunya Suster Nikol yang ikut mendonorkan darah. Ia mengaku sudah dua kali mengikuti kegiatan donor darah.

“Ini kedua kalinya saya mendonorkan darah. Yang pertama dulu saat saya masih di Malang,” ujar Suster Nikol.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Menurutnya, donor darah menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.

Baca Juga  Rayakan Satu Abad NU, Pasangan Suami Istri Ikut Aksi Donor Darah PMI Jember

SMAK Santo Paulus memang rutin menggelar kegiatan donor darah setiap tahun. Sekolah tersebut biasanya mengadakan dua kali kegiatan donor darah.

Namun tahun ini kegiatan dikolaborasikan dengan panitia HUT ke-75 sekolah. Tujuannya agar dampak sosialnya lebih luas.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi langkah SMAK Santo Paulus. Ia menilai keterlibatan sekolah sangat membantu menjaga stok darah.

Menurutnya kebutuhan darah tetap tinggi selama Ramadan. Sementara jumlah pendonor sering mengalami penurunan.

Ia berharap semakin banyak lembaga pendidikan melakukan kegiatan serupa. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga ketersediaan darah di Jember.