Sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis sampah yang memiliki persentase jumlah tertinggi di antara sampah lainnya. Jika tidak ditangani dengan baik, sampah-sampah ini akan mengotori bumi dan bahkan merugikan manusia. Maka dari itu, pengelolaan sampah rumah tangga yang baik sangat penting dilakukan.

Jenis Sampah Menurut Sifatnya
Jika dilihat menurut sifatnya, sampah bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang dapat diubah menjadi pupuk kompos karena mudah membusuk dan terurai. Contoh dari sampah tersebut yaitu sayuran, sisa makanan, dan daun kering, dan sebagainya.
2. Sampah Anorganik
Berkebalikan dengan sampah organik, sampah anorganik merupakan sampah yang membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, serta sulit membusuk. Maka dari itu, pengelolaan sampah rumah tangga anorganik sangat dibutuhkan.
Dengan sifatnya tersebut, sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Contoh, sampah anorganik ialah kaleng, plastik, dan lain-lain.
Prinsip Menangani Sampah
Ada sebuah kebiasaan mengenai sampah yang semua orang sudah tahu, yaitu 3R (reduce, reuse, dan recycle). Sayangnya, kebanyakan orang hanya mengetahuinya tanpa mau mempraktekkannya. Padahal, jika dibarengi dengan niat yang kuat, permasalahan mengenai sampah akan lebih teratasi.
1. Reduce
Reduce berarti mengurangi, maksudnya meminimalisir penggunaan sampah, apalagi sampah yang tidak mudah terurai. Caranya bisa dilakukan dengan membawa tas belanja sendiri saat berbelanja, selalu membawa botol minum saat pergi, membawa kotak makan sendiri, tidak lagi menggunakan sedotan plastik, dan lain-lain.
2. Reuse
Reuse artinya menggunakan kembali barang bekas tanpa mengubah bentuk aslinya secara spesifik.
3. Recycle
Recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi barang yang fungsinya baru dan bisa bermanfaat.
Langkah-Langkah Mengelola Sampah Rumah Tangga
Jika tidak berusaha ekstra, hampir mustahil jika dalam sehari Anda tidak menghasilkan sampah. Berikut ini langkah-langkah pengelolaan sampah rumah tangga yang perlu dilakukan.
1. Memisahkan Sampah Sesuai Jenis Sifatnya
Pengelolaan sampah diawali dengan memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu organik dan anorganik. Untuk melakukannya, Anda memerlukan minimal dua tempat sampah untuk masing-masing jenis.
2. Mengolah Sampah Organik
Cara yang paling memungkinkan untuk mendaur ulang sampah organik adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Pupuk ini sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanaman Anda di rumah.
3. Mendaur Ulang Sampah Anorganik
Sampah anorganik lebih bisa diolah ke berbagai hal. Metode pengolahan ampah seperti botol bekas, kardus, kaleng, dan sebagainya adalah iubah menjadi kerajinan do it yourself (DIY) seperti vas bunga, tempat pensil, dan lain-lain.
Selain digunakan kembali oleh diri sendiri, Anda juga bisa memberikan sampah anorganik ke bank sampah agar sampah tersebut bisa lebih berguna di tangan orang lain.
4. Jangan Membuang Sisa Minyak Jelantah
Sisa minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang karena hal tersebut bisa mencemari air yang dampaknya bisa berbahaya. Sebagai gantinya, Anda bisa mengumpulkan lalu memberikan minyak jelantah ke instansi yang bergerak dalam bidang pengelolaan sisa minyak.
Instansi tersebut akan mengelola minyak jelantah menjadi biodiesel, sehingga tidak menambah polusi pada air.
5. Jangan Membuang Sampah Berbahaya di Tempat Sampah Biasa
Sampah yang berbahan kimia seperti tinta printer, baterai, dan barang elektronik merupakan sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Maka dari itu, jangan pernah membuangnya bersama sampah lain.
Anda bisa memisahkannya dan memberikannya ke pusat daur sampah agar dikelola dengan tepat. Khusus untuk sampah barang elektronik, Anda bisa mengembalikannya ke produsen untuk didaur ulang oleh mereka.
Pengelolaan Sampah di Masyarakat
Setelah Anda berusaha menangani sampah di lingkungan rumah tangga, selanjutnya pengelolaan sampah bisa dilakukan berbasis komunal, yaitu seperti:
- Pemberdayaan TPS di setiap daerah dengan mengaktifkan Instalasi Pengelolaan Sampah Organik (IPSO).
- Sampah yang tidak dapat diolah di tingkat rumah tangga dapat diolah di TPS. TPS dapat berperan sebagai pabrik pengolahan sampah terpadu.
- Sampah yang tidak dapat diolah di TPS dikirim ke TPA untuk ditimbun dan dibakar menggunakan incinerator.
Jika sadar akan manfaatnya dan mau berusaha, pengelolaan sampah rumah tangga bukan hal yang sulit dilakukan. Bahkan mungkin akan memberikan efek kepuasan karena berhasil menyelamatkan lingkungan.



