Di sudut Kota Jember, tepatnya di SDN Kepatihan III Jember, riuh rendah suara pantulan bola basket dan decit sepatu di atas semen sudah menjadi musik harian yang tak terpisahkan.

Sekolah ini bukan sekadar lembaga pendidikan dasar biasa, sekolah ini adalah kawah candradimuka bagi bibit-bibit muda bola basket yang kini dikenal luas dengan julukan Arklu yang merupakan singkatan dari “Arek Kepatihan Telu”.
Nama Arklu bukan sekadar label, melainkan simbol semangat pantang menyerah. Di bawah asuhan tangan dingin pelatih Arik Antoni, dibantu oleh dua asisten pelatih yang enerjik, Coach Fajri dan Tasya, tim ini telah bertransformasi dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler menjadi kekuatan yang disegani di level pelajar Jember dan Jawa Timur.
Sentuhan Motivasi dari Sang Tokoh Basket Nasional
Perjalanan Arklu bukannya tanpa tantangan. Namun suntikan semangat luar biasa datang ketika Grace Evi Ekawati, Ketua Perbasi Jawa Timur sekaligus Pengurus Pusat Perbasi, menginjakkan kaki di SDN Kepatihan III ini.
Tak tanggung-tanggung, sosok yang akrab disapa Mama Evi ini hadir hingga dua kali untuk melihat langsung bagaimana tunas muda Jember berlatih.
Kehadiran Mama Evi membawa pesan penting bahwa mimpi besar bermula dari lapangan sekolah yang sederhana. Motivasi yang beliau berikan menjadi bahan bakar bagi para atlet pemula Arklu untuk berani bermimpi membela tim nasional suatu hari nanti.
Di mata Mama Evi, dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, SDN Kepatihan III Jember adalah salah satu role model pembinaan atlet bola basket usia dini yang konsisten dan berkarakter.
Di dalam lapangan, Arklu adalah orkestra yang harmonis. Coach Arik Antoni berhasil meramu bakat-bakat unik dari setiap individu menjadi satu kesatuan yang solid.
Nama-nama seperti Andika Prasetya dan Bimo Nauvalino seringkali menjadi motor serangan yang mematikan. Sementara itu, ketangguhan Vallendra, Firja, dan Fariz di area pertahanan membuat lawan sulit menembus ring mereka.
Tidak berhenti di sana, kedalaman skuat Arklu diperkuat oleh talenta-talenta berbakat lainnya, Abizar, Aldric, dan Aldo yang dikenal dengan kecepatan transisinya, Nawang, Revan, dan Arya yang memiliki akurasi tembakan luar biasa, Javier Zamorano, yang seringkali menjadi pemecah kebuntuan di saat-saat krusial.
Setiap tetes keringat dalam latihan fisik yang melelahkan dan setiap koreksi tajam dari Coach Fajri serta Coach Tasya, perlahan-lahan membentuk mentalitas juara dalam diri anak-anak ini.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Arklu berhasil menyapu bersih berbagai gelar bergengsi di berbagai kompetisi. Dominasi mereka dimulai sejak Spada Cup 2024, sebuah kemenangan yang membuka gerbang kepercayaan diri bagi tim.
Memasuki tahun 2025, Arklu tampil menggila. Mereka seolah tak menyisakan ruang bagi lawan untuk bernapas. Berikut adalah deretan gelar juara yang berhasil dikoleksi
Garuda Cup 2025 dan 2026 ( Mempertahankan gelar), MUBL 2025 (Muhammadiyah Basketball League), Spada Cup 2024 dan 2025 (Mempertahankan gelar), Pensil Fest 2025, Saint Paul Fest 2025, Economy Junior Championship 2025
Rentetan gelar ini bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah buah dari sistem pembinaan yang terstruktur dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah serta orang tua murid.
Bahkan, mengawali tahun ini, Arklu kembali membuktikan taringnya dengan mempertahankan gelar juara di Garuda Cup 2026.
Bagi Coach Arik Antoni, melatih Arklu bukan hanya soal mencetak angka di papan skor.
“Kami membangun karakter. Basket mengajarkan mereka tentang kerja sama tim, disiplin, dan bagaimana bangkit setelah jatuh,” ungkapnya di sela-sela latihan.
Para pemain seperti Andika, Bimo, dan Javier kini bukan lagi sekadar anak sekolah dasar yang bermain basket untuk hobi. Mereka adalah atlet muda yang memikul harapan besar bagi kemajuan basket Jember.
Dengan dukungan asisten pelatih seperti Tasya dan Fajri yang dekat secara emosional dengan para pemain, Arklu telah menjadi keluarga kedua bagi mereka.
Kisah Arklu di SDN Kepatihan III Jember adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk mencetak prestasi dunia.
Dengan mentor yang tepat, motivasi dari tokoh nasional, dan kerja keras yang konsisten, Arklu siap terbang lebih tinggi, melampaui batas-batas lapangan basket sekolah mereka.



